Warga Temukan Mayat Laki-Laki Membusuk di Sungai Brantas
Polresta Kediri - Warga Kelurahan Ringin Anom Kecamatan/Kota Kediri geger karena menemukan jasad laki-laki yang mengambang di aliran Sungan Brantas, Selasa (31/12) sore. Kondisi jasad tersebut sudah sulit dikenali bahkan sekujur tubuh sudah membengkak dan menimbulkan bau tak sedap
Babinsa Kelurahan Ringin Anom, Serka M. K. Rokhim menjelaskan, sebelum jasad tersebut ditemukan, warga sekitar sering memancing di pinggir sungai tepatnya di lingkungan RW 02. “Ada warga yang memancing dan lama-kelamaan mencium bau busuk,” jelasnya.
Warga yang mulai curiga munculnya bau busuk mencoba untuk mencari sumber bau tersebut. Akhirnya, salah satu warga melihat jasad mengenakan kaos putih dan celana merah mengambang. Mengetahui ada jasad, warga segera melaporkan ke kepala RW setempat.
Pihak RW yang mendapat laporan dari warga segera melaporkan ke tiga pilar tingkat kelurahan. “Menerima laporan warga, kami segera memeriksa dan menghubungi pihak Polsek Kediri Kota, Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD), serta pihak kelurahan,” tuturnya.
Saat personel dari Polsek Kediri Kota dan RS Bhayangkara sudah tiba di lokasi penemuan jasad, segera melakukan proses evakuasi. Namun, proses evakuasi tidak berjalan mulus, karena jasad berada kurang lebih empat meter dari tepi sungai dan tersangkut daun enceng gondok.
Warga dan personel kepolisian dan RS Bhayangkara Kediri mencoba melakukan evakuasi secara manual. Upaya yang dilakukan oleh salah satu warga pun gagal bahkan warga tersebut terlihat pucat sehingga proses evakuasi menggunakan batang bambu.
Secara perlahan, batang bambu yang ujungnya diberi paku, dikaitkan di baju pada jasad. Saat akan menaikan jasad, warga dan personel pun harus susah payah. Dengan kondisi tubuh yang sudah membusuk dan bengkak. Untuk bisa masuk ke kantong jenazah jasad tersebut akhirnya diikat menggunakan tali lalu diangkat menggunakan balok kayu.
“Setelah berhasil dievakuasi, ternyata jasad tersebut berjenis kelamin laki-laki. Dari pengamatan petugas RS Bhayangkara, diperkirakan berusia 40 tahun ke atas karena rambut sudah memutih. Untuk tanda-tanda kekerasan sementara tidak ada, jasad di bawa ke RS Bhayangkara untuk proses autopsi serta guna mengetahui identitas jasad tersebut,” pungkasnya. (res|aro)
Berita yang direkomendasi
-
Kolaborasi Gerakan Literasi Melalui Pustaka Bebas Bea
Mojokerto-Penggagas Gerakan Katakan dengan Buku (GKdb) John Lobo Selas..
-
Buku untuk Tulang Bawang
Tulang Bawang.Lampung-Taman baca Ceria (Cerdas dan Gembira) yang terle..
-
Geliat Literasi dari Lekosoro
Bajawa.Flores- Pegiat literasi sekaligus pengelola taman baca Ratu Dam..
-
Tips Sukses Public Speaking Dari Divisi Humas Polri
Jakarta - Komunikasi publik atau public speaking adalah..



