• Login
  • |
  • Registrasi
  • Nasional
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Lalulintas
  • DikBud
  • Pariwisata
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Info Layanan Public
  • Literasi

BREAKING NEWS

Dalam Keadaan Telanjang Pelaku dan Pria Hidung Belang di Tangkap Tim Rajawali Polresta Mojokerto | Polisi Peduli Bencana : Kasat Lantas Lakukan JUBAH kepada Warga yang Terdampak Musibah | Keren, Mobil AWC Disulap Jadi Mobil Penyemprotan Disinfektan untuk Memutus Penyebaran Covid19 | Dua Santri Asal Kota Mojokerto siap Jadi Role Model MTQ Kapolda CUP |
  1. Home
  2. Regional
  3. Ini Bahaya Penyakit Konsumsi Ayam Tiren..

Ini Bahaya Penyakit Konsumsi Ayam Tiren

DWI 11 January 2020 (05:27) Regional

img

Blitar - Kota Blitar baru–baru ini dihebohkan dengan ditemukannya pengolahan ayam tiren (mati kemaren). Pengolahan ayam tiren ini digerebek Satreskrim Polres Blitar Kota di Jalan Jati, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.
Dua orang diamankan dalam penggerebekan ini. Mereka adalah Imam Waluyo (43) dan Antok Wasono (42). Keduanya mengumpulkan ayam yang sudah menjadi bangkai, kemudian diolah sedemikian rupa untuk menyamarkan bau busuk dan dijual dengan harga murah. Jauh dari harga standar daging ayam di pasaran.
Menurut Kabid Peternakan, Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Kota Blitar Dewi Mashitoh meski harganya murah, sejumlah bahaya mengancam kesehatan dari konsumsi ayam ini. Ternak yang mati tanpa dipotong atau disembelih, dagingnya tidak sehat untuk dikonsumsi karena berpotensi tercemar bakteri yang sudah berkembang di dalamnya.
"Ketika tidak disembelih berarti darahnya tidak keluar. Hal ini menjadikan daging ayam mudah busuk. Kemudian yang membahayakan adalah ketika darah hewan itu mengandung bakteri penyakit. Bakteri penyakit yang ada pada darah ini kemudian mencemari daging. Tentu ini membahayakan bagi manusia," ungkap Dewi Mashitoh, Sabtu (11/1/2020).
Dewi menambahkan, apabila daging ayam tiren tersebut dikonsumsi, bakteri penyebab penyakit bisa masuk ke dalam tubuh manusia.
"Paling mungkin bakteri E.coli, salmonella. Nah, bakteri ini kemudian memicu penyakit seperti diare. Yang membahayakan jika diare kemudian dehidrasi ini bisa mengancam nyawa," ujarnya.


Facebook Twitter Google+ LinkedIn Pinterest

Komentar





Berita yang direkomendasi

  • img

    Kolaborasi Gerakan Literasi Melalui Pustaka Bebas Bea

    Mojokerto-Penggagas Gerakan Katakan dengan Buku (GKdb) John Lobo Selas..

  • img

    Buku untuk Tulang Bawang

    Tulang Bawang.Lampung-Taman baca Ceria (Cerdas dan Gembira) yang terle..

  • img

    Geliat Literasi dari Lekosoro

    Bajawa.Flores- Pegiat literasi sekaligus pengelola taman baca Ratu Dam..

  • img

    Tips Sukses Public Speaking Dari Divisi Humas Polri

    Jakarta - Komunikasi publik atau public speaking adalah..

Ucapan hpn


Paling Populer

  • #1
    Cegah Kepadatan Lalin \Bhabin Serangan Polresta Denpasar Laksanakan Pengaturan
  • #2
    Literasi Kemanusiaan Melalui Palang Merah Remaja
  • #3
    PERPANJANGAN SIM DAN PAJAK STNK BISA DILAKUKAN DI MALL PELAYANAN PUBLIK SRITANJUNG
  • #4
    Viral di Medsos, Bayi Terlahir Tanpa Anus Dibantu Biaya Perawatannya Oleh Polisi

Statistik Pengunjung

46jt

Total Kunjungan

37rb

Hari Ini Dikunjungi

0

Total Komentar

  • Berita terbaru
  • Komentar Terbaru
  • img

    Awas..! Hindari Praktek Calo Saat Membuat Laporan Kecelakaan Dan Santunan Jasa Raharja Kecelakaan.

    BhayangkaraNews, Tasikmalaya - Bagi masyarakat yang membutuhkan layana..

  • img

    Dede Yusuf Effendi: Pemerintah Terapkan WFH Hemat Miliaran, Kira-kira Apa Dampaknya..?

    Bhayangkaranews, Jakarta - Wacana kebijakan kerja dari rumah atau work..

  • img

    Bersama Wali Kota: Kapolres Tasikmalaya Kota, Laksanakan Ramp Check Kendaraan Umum Mudik Lebaran.

    BhayangkaraNews, Tasikmalaya -Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purw..

Bhayangkara TV

Redaksi

Info Layanan Public

imgimgimgimg

Copyright © 2016 - 2026 Bhayangkara News

Dikembangkan oleh Natusi

Fans Page :