Sehari sebelum ditemukan tewas gantung diri, warga Srengat pernah coba bunuh diri
Blitar – Warga kelurahan Srengat kecamatan Srengat kabupaten Blitar, Senin (20/1/2020) malam, geger Pasalnya Supriono warga setempat nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Korban pertama kali ditemukan oleh saksi ( Istri Korban ) Jiati (41) sudah dalam keadaan tergantung di dalam rumahnya.
Polsek Srengat Polres Blitar Kota setelah menerima informasi dari masyarakat segera mendatangi TKP (tempat kejadian perkara), sesampainya di lokasi, ketika petugas melakukan pengecekan di tkp, ternyata korban sudah dalam keadaan tergantung.
Kemudian petugas mengamankan barang bukti berupa Kabel Antena serta pakaian yang di gunakan korban untuk mengantung dirinya.
Pada hari sebelumnya rupanya korban juga sempat mencoba bunuh diri dengan cara lompat kedalam sumur tapi gagal. Kemudian beberapa sanak saudara korban berada dirumah korban bermaksud untuk mengawasi gerak gerik korban karena sejak terjatuh dari sumur pada hari Minggu tanggal 19 Januari 2020 sekitar jam 18.30 Wib korban seperti orang kesurupan. Kemudian pada hari ini sekitar pukul 22.00 Wib korban sempat berbincang bincang dengan ketiga saudaranya dan setelah itu pamit untuk kekamar mandi, selesai kekamar mandi korban langsung masuk kekamar, karena ditunggu tunggu kurang lebih setengah jam tidak keluar kemudian salah satu saudara korban mengabari istrinya yang berada dirumah kakaknya (rumahnya bersebelahan) untuk mengecek keberadaan suaminya/korban. Ketika membuka pintu kamar tiba2 istri pelapor berteriak minta tolong, kemudian saksi melihat korban sudah dalam keadaan gantung diri dengan menggunakan kabel listrik dan diperkirakan sudah meninggal dunia.
Atas kejadian tersebut tidak ditemukan bekas-bekas atau tanda penganiayaan pada tubuh korban, hanya luka babras pada punggung bekas luka terjatuh dari sumur sebelumnya dan pada kemaluan mengeluarkan sperma
Kapolsek Srengat Kompol Dorohman mengatakan “Pihak Kepolisian Polsek Srengat telah menyarankan kepada pihak keluarga untuk di lakukan Autopsi untuk mengetahui secara medis penyebab kematian korban, namun pihak keluarga menyatakan Tidak bersedia dilakukan Autopsi.
Kemudian disampaikan bahwa “Dengan kejadian tersebut pihak keluarga telah mengiklaskan kematian Korban dan Murni Gantung Diri dan bersedia membuat pernyataan Keberatan dilakukan Autopsi terhadap kematian korban dan tidak akan menuntut siapapun dalam hal kematian korban” terang Kapolsek.
Berita yang direkomendasi
-
Kolaborasi Gerakan Literasi Melalui Pustaka Bebas Bea
Mojokerto-Penggagas Gerakan Katakan dengan Buku (GKdb) John Lobo Selas..
-
Buku untuk Tulang Bawang
Tulang Bawang.Lampung-Taman baca Ceria (Cerdas dan Gembira) yang terle..
-
Geliat Literasi dari Lekosoro
Bajawa.Flores- Pegiat literasi sekaligus pengelola taman baca Ratu Dam..
-
Tips Sukses Public Speaking Dari Divisi Humas Polri
Jakarta - Komunikasi publik atau public speaking adalah..



