Dibalik Penangkapan Residivis Jambret Terlacak dari Ponsel Istri
Polresta Kediri, Dua pelaku penjambretan di Jalan Kapten Tendean memang residivis. Namun keduanya bukan narapidana yang dilepas saat program asimilasi di awal tahun ini. Keduanya, Putut Wicaksono dan Sugeng, adalah napi yang sudah keluar tahanan beberapa tahun lalu.
Menurut keterangan polisi, Putut, sang eksekutor, pada 2016 terlibat kasus kekerasan. Dia menembak kepala orang saat berburu burung. Sementara Sugeng merupakan residivis kasus pencurian.
"Dari data yang didapatkan seperti itu," terang Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana kemarin (30/4).
Keduanya juga bukan kali pertama ini kembali berhadapan dengan petugas kepolisian. Namun bukan dalam kasus pencurian dengan pemberatan seperti penjambretan kemarin. Keduanya pernah ditangkap lagi untuk kasus berbeda.
Sugeng misalnya, beberapa kali diketahui melakukan aksi pencurian yang dilakukan seorang diri. Seperti mencuri burung, sepeda, atau motor. “Sudah diproses juga. Sudah divonis dan keluar sekitar dua tahun lalu,” tambah Miko.
Karena itu, perwira dengan pangkat dua melati di pundak ini menegaskan, anak buahnya terus mengembangkan kasus ini. Pihaknya masih menyelidiki berapa kali Sugeng dan Putut ini melakukan aksi bersama. Termasuk bila nanti ada keterkaitan dengan kasus pencurian dengan pemberatan yang lain.
Selain itu, Miko juga menegaskan polisi meningkatkan kewaspadaannya. Mereka melakukan peningkatan keamanan melalui patroli dalam skala besar. Juga meningkatkan penjagaan yang berada di pos pam maupun pos pelayanan yang tersebar di beberapa titik.
Sementara itu, terkait penangkapan dua penjambret beberapa waktu lalu, Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP I Gusti Agung Ananta menerangkan fakta tambahan. Penangkapan Sugeng yang sempat bersembunyi selama sembilan jam berhasil karena pelacakan handphone yang dipegang Sugeng.
Awalnya, polisi menduga Sugeng sudah melarikan diri jauh dari lokasi. Setelah dia masuk ke kebun di sekitar Pasar Ngronggo.
"Kami kumpulkan informasi. Anggota ada yang masih berjaga di lokasi. Anggota lain mencoba melakukan pelacakan," terang Agung.
Dari tiga handphone yang dimiliki Sugeng, semuanya ternyata berada di tiga tempat. Di rumahnya, di tempat kos, dan di rumah istrinya. Tapi, Sugeng ternyata masih membawa satu HP. Handphone itu milik istrinya. Karena itu petugas bisa melacak sang buronan. Dia diketahui masih bersembunyi di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
Polisi pun kemudian mulai melakukan penyisiran. Ketika dilacak, HP atau telepon seluler (ponsel) yang dipegang Sugeng berbunyi. Itu yang membuat Sugeng kalut dan lari ketakutan.
"Si pelaku lari naik ke atap (rumah) warga sampai mendekati (kantor) samsat. Langsung diamankan anggota," urai Agung.
Anggota satreskrim langsung mengamankan Sugeng. Dia kemudian dihadiahi timah panas karena mencoba melarikan diri dari kejaran petugas. Saat ini Sugeng dan juga Putut masih berada di Mapolresta Kediri. Guna diinterogasi untuk penyidikan kejahatan yang ia lakukan.
Untuk diketahui, sebelumnya Putut dan Sugeng melakukan penjambretan terhadap Indah dan Nanda, Selasa (28/4) malam. Penjambretan tersebut berujung dengan aksi kejar-kejaran antara korban dan pelaku. Nahas, saat di depan Pasar Ngronggo, kedua kendaraan yang saling kejar itu bertabrakan dengan motor yang melaju dari arah selatan.
Dari hasil olah TKP, motor Sugeng dan motor Indah sudah masuk ke jalur kanan. Indah dinyatakan meninggal dunia di tempat. Sedangkan Nanda, yang dibonceng, masih menjalani perawatan.
Saat itu Putut dan Sugeng sempat berusaha kabur. Putut tertangkap lebih dulu. Setelah itu Sugeng tertangkap sekitar pukul 03.15 WIB pada Rabu (29/4) dini hari.
Ketakutan karena HP Berdering
1. Polisi melacak posisi Sugeng dari handphone yang dia bawa. Dari pelacakan diketahui Sugeng masih berada di kebun dekat TKP.
2. Polisi masuk ke area kebun, melakukan penyisiran. Selain itu petugas berusaha memancing dengan menghubungi HP yang dipegang Sugeng.
6. Saat HP berdering Sugeng kaget. Pelaku lari dan mencoba naik ke atas rumah warga. Tujuannya ke arah barat, arah kantor Samsat Kota Kediri.
7. Petugas berhasil menangkap dan menembak pelaku.
Berita yang direkomendasi
-
Kolaborasi Gerakan Literasi Melalui Pustaka Bebas Bea
Mojokerto-Penggagas Gerakan Katakan dengan Buku (GKdb) John Lobo Selas..
-
Buku untuk Tulang Bawang
Tulang Bawang.Lampung-Taman baca Ceria (Cerdas dan Gembira) yang terle..
-
Geliat Literasi dari Lekosoro
Bajawa.Flores- Pegiat literasi sekaligus pengelola taman baca Ratu Dam..
-
Tips Sukses Public Speaking Dari Divisi Humas Polri
Jakarta - Komunikasi publik atau public speaking adalah..



