• Login
  • |
  • Registrasi
  • Nasional
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Lalulintas
  • DikBud
  • Pariwisata
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Info Layanan Public
  • Literasi

BREAKING NEWS

Dalam Keadaan Telanjang Pelaku dan Pria Hidung Belang di Tangkap Tim Rajawali Polresta Mojokerto | Polisi Peduli Bencana : Kasat Lantas Lakukan JUBAH kepada Warga yang Terdampak Musibah | Keren, Mobil AWC Disulap Jadi Mobil Penyemprotan Disinfektan untuk Memutus Penyebaran Covid19 | Dua Santri Asal Kota Mojokerto siap Jadi Role Model MTQ Kapolda CUP |
  1. Home
  2. Regional
  3. Dibalik Penangkapan Residivis Jambret Terlaca..

Dibalik Penangkapan Residivis Jambret Terlacak dari Ponsel Istri

MK UMAM 04 May 2020 (01:55) Regional

img Polresta Kediri, Dua pelaku penjambretan di Jalan Kapten Tendean memang residivis. Namun keduanya bukan narapidana yang dilepas saat program asimilasi di awal tahun ini. Keduanya, Putut Wicaksono dan Sugeng, adalah napi yang sudah keluar tahanan beberapa tahun lalu. Menurut keterangan polisi, Putut, sang eksekutor, pada 2016 terlibat kasus kekerasan. Dia menembak kepala orang saat berburu burung. Sementara Sugeng merupakan residivis kasus pencurian. "Dari data yang didapatkan seperti itu," terang Kapolres Kediri Kota AKBP  Miko Indrayana kemarin (30/4). Keduanya juga bukan kali pertama ini kembali berhadapan dengan petugas kepolisian. Namun bukan dalam kasus pencurian dengan pemberatan seperti penjambretan kemarin. Keduanya pernah ditangkap lagi untuk kasus berbeda. Sugeng misalnya, beberapa kali diketahui melakukan aksi pencurian yang dilakukan seorang diri. Seperti mencuri burung, sepeda, atau motor. “Sudah diproses juga. Sudah divonis dan keluar sekitar dua tahun lalu,” tambah Miko. Karena itu, perwira dengan pangkat dua melati di pundak ini menegaskan, anak buahnya terus mengembangkan kasus ini. Pihaknya masih menyelidiki berapa kali Sugeng dan Putut ini melakukan aksi bersama. Termasuk bila nanti ada keterkaitan dengan kasus pencurian dengan pemberatan yang lain. Selain itu, Miko juga menegaskan polisi meningkatkan kewaspadaannya. Mereka melakukan peningkatan keamanan melalui patroli dalam skala besar. Juga meningkatkan penjagaan yang berada di pos pam maupun pos pelayanan yang tersebar di beberapa titik. Sementara itu, terkait penangkapan dua penjambret beberapa waktu lalu, Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP I Gusti Agung Ananta menerangkan fakta tambahan. Penangkapan Sugeng yang sempat bersembunyi selama sembilan jam berhasil karena pelacakan handphone yang dipegang Sugeng. Awalnya, polisi menduga Sugeng sudah melarikan diri  jauh dari lokasi. Setelah dia masuk ke kebun di sekitar Pasar Ngronggo. "Kami kumpulkan informasi. Anggota ada yang masih berjaga di lokasi. Anggota lain mencoba melakukan pelacakan," terang Agung. Dari tiga handphone yang dimiliki Sugeng, semuanya ternyata berada di tiga tempat. Di rumahnya, di tempat kos, dan di rumah istrinya. Tapi, Sugeng ternyata masih membawa satu HP. Handphone itu milik istrinya. Karena itu petugas bisa melacak sang buronan. Dia diketahui masih bersembunyi di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Polisi pun kemudian mulai melakukan penyisiran. Ketika dilacak, HP atau telepon seluler (ponsel) yang dipegang Sugeng berbunyi. Itu yang membuat Sugeng kalut dan lari ketakutan. "Si pelaku lari naik ke atap (rumah) warga sampai mendekati (kantor) samsat. Langsung diamankan anggota," urai Agung. Anggota satreskrim langsung mengamankan Sugeng. Dia kemudian dihadiahi timah panas karena mencoba melarikan diri dari kejaran petugas. Saat ini Sugeng dan juga Putut masih berada di Mapolresta Kediri. Guna diinterogasi untuk penyidikan kejahatan yang ia lakukan. Untuk diketahui, sebelumnya Putut dan Sugeng melakukan penjambretan terhadap Indah dan Nanda, Selasa (28/4) malam. Penjambretan tersebut berujung dengan aksi kejar-kejaran antara korban dan pelaku. Nahas, saat di depan Pasar Ngronggo, kedua kendaraan yang saling kejar itu bertabrakan dengan motor yang melaju dari arah selatan. Dari hasil olah TKP, motor Sugeng dan motor Indah sudah masuk ke jalur kanan. Indah dinyatakan meninggal dunia di tempat. Sedangkan Nanda, yang dibonceng, masih menjalani perawatan. Saat itu Putut dan Sugeng sempat berusaha kabur. Putut tertangkap lebih dulu. Setelah itu Sugeng tertangkap sekitar pukul 03.15 WIB pada Rabu (29/4) dini hari. Ketakutan karena HP Berdering 1. Polisi melacak posisi Sugeng dari handphone yang dia bawa. Dari pelacakan diketahui Sugeng masih berada di kebun dekat TKP. 2. Polisi masuk ke area kebun, melakukan penyisiran. Selain itu petugas berusaha memancing dengan menghubungi HP yang dipegang Sugeng. 6. Saat HP berdering Sugeng kaget. Pelaku lari dan mencoba naik ke atas rumah warga. Tujuannya ke arah barat, arah kantor Samsat Kota Kediri. 7. Petugas berhasil menangkap dan menembak pelaku.


Facebook Twitter Google+ LinkedIn Pinterest

Komentar





Berita yang direkomendasi

  • img

    Kolaborasi Gerakan Literasi Melalui Pustaka Bebas Bea

    Mojokerto-Penggagas Gerakan Katakan dengan Buku (GKdb) John Lobo Selas..

  • img

    Buku untuk Tulang Bawang

    Tulang Bawang.Lampung-Taman baca Ceria (Cerdas dan Gembira) yang terle..

  • img

    Geliat Literasi dari Lekosoro

    Bajawa.Flores- Pegiat literasi sekaligus pengelola taman baca Ratu Dam..

  • img

    Tips Sukses Public Speaking Dari Divisi Humas Polri

    Jakarta - Komunikasi publik atau public speaking adalah..

Ucapan hpn


Paling Populer

  • #1
    Cegah Kepadatan Lalin \Bhabin Serangan Polresta Denpasar Laksanakan Pengaturan
  • #2
    Literasi Kemanusiaan Melalui Palang Merah Remaja
  • #3
    PERPANJANGAN SIM DAN PAJAK STNK BISA DILAKUKAN DI MALL PELAYANAN PUBLIK SRITANJUNG
  • #4
    Viral di Medsos, Bayi Terlahir Tanpa Anus Dibantu Biaya Perawatannya Oleh Polisi

Statistik Pengunjung

46jt

Total Kunjungan

6rb

Hari Ini Dikunjungi

0

Total Komentar

  • Berita terbaru
  • Komentar Terbaru
  • img

    Awas..! Hindari Praktek Calo Saat Membuat Laporan Kecelakaan Dan Santunan Jasa Raharja Kecelakaan.

    BhayangkaraNews, Tasikmalaya - Bagi masyarakat yang membutuhkan layana..

  • img

    Dede Yusuf Effendi: Pemerintah Terapkan WFH Hemat Miliaran, Kira-kira Apa Dampaknya..?

    Bhayangkaranews, Jakarta - Wacana kebijakan kerja dari rumah atau work..

  • img

    Bersama Wali Kota: Kapolres Tasikmalaya Kota, Laksanakan Ramp Check Kendaraan Umum Mudik Lebaran.

    BhayangkaraNews, Tasikmalaya -Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purw..

Bhayangkara TV

Redaksi

Info Layanan Public

imgimgimgimg

Copyright © 2016 - 2026 Bhayangkara News

Dikembangkan oleh Natusi

Fans Page :