Gadis Belia Digilir 4 Pria di Pemakaman
Malang nian nasib gadis belia berinisial NH (17). Gadis asal Jalan Citarum, Kecamatan Pandean, Madiun, Jawa Timur ini telah menjadi korban pemerkosaan empat lelaki bejat di Surabaya.
Pemerkosaan ini terjadi pada tanggal 11 April 2018 sekitar pukul 13.00, yang dilakukan oleh empat laki-laki, masing-masing berinisial MK (26), UM (16) YF (19) yang beralamat di Jalan Sidotopo Sekolahan, serta MA (18) beralamat di Jalan Wonosari.
Kejadian ini bermula pada sebulan sebelumnya, korban berkenalan dengan seorang lelaki lewat media sosial Facebook. Kemudian, korban diajak bertemu di daerah Sidotopo rel kereta api tanggal 11 April 2018 pagi.
Dalam pertemuan itu, korban kemudian dikenalkan dengan YF, lalu berlanjut korban diajak oleh YF ke Makam Pegirian Surabaya.
Di lokasi makam itu, korban juga dikenalkan dengan tiga pelaku lain. Selanjutnya, mereka menggelar pesta minuman keras di areal makam, dimana korban juga diminta untuk ikut minum minuman keras.
Dalam keadaan setengah mabuk, korban lantas diperkosa bergiliran. Pertama oleh YF, kemudian dilanjutkan oleh MK, UM dan MA. Setelah itu korban ditinggalkan begitu saja dalam keadaan pingsan hingga ditemukan oleh warga sekitar pukul 16.00 dan kasus ini dilaporkan ke Polsek Semampir.
Dalam pemeriksaan, akhirnya polisi mendapati ciri-ciri para pelaku, hingga langsung bergerak untuk melakukan pelacakan.
Dari empat pelaku, dua diantaranya menyerahkan diri pada tanggal 18 April 2018 dan tanggal 19 April 2018. Mereka adalah MK dan MA. Keduanya menyerahkan diri setelah polisi melakukan pendekatan secara persuasif kepada pihak keluarga. Sementara dua lainnya masih buron.
Kedua tersangka kini ditahan dan dijerat dengan pasal 76 D jo pasal 81 ayat 2 UU nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
Untuk barang bukti yang disita diantaranya dua botol plastik bekas minuman keras yang sudah kosong, satu botol fanta sedang yang sudah kosong, satu lembar kaos warna putih, satu buah tikar dan satu pasang sandal jepit warna hijau.
Menurut Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Antonius Agus Rahmanto, S.I.K., M.Si., dalam keterangan persnya Senin, 23 April 2018, pihaknya masih melakukan pengejaran kepada dua pelaku lain.
“Terhadap pelaku yang masih buron, kami masih lakukan upaya pengejaran dan kami pastikan dalam waktu dekat kedua pelaku akan dapat ditangkap, karena kami sudah mengidentifikasi mereka,” ujar Kapolres.
Berita yang direkomendasi
-
Kolaborasi Gerakan Literasi Melalui Pustaka Bebas Bea
Mojokerto-Penggagas Gerakan Katakan dengan Buku (GKdb) John Lobo Selas..
-
Buku untuk Tulang Bawang
Tulang Bawang.Lampung-Taman baca Ceria (Cerdas dan Gembira) yang terle..
-
Geliat Literasi dari Lekosoro
Bajawa.Flores- Pegiat literasi sekaligus pengelola taman baca Ratu Dam..
-
Tips Sukses Public Speaking Dari Divisi Humas Polri
Jakarta - Komunikasi publik atau public speaking adalah..



