• Login
  • |
  • Registrasi
  • Nasional
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Lalulintas
  • DikBud
  • Pariwisata
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Info Layanan Public
  • Literasi

BREAKING NEWS

Dalam Keadaan Telanjang Pelaku dan Pria Hidung Belang di Tangkap Tim Rajawali Polresta Mojokerto | Polisi Peduli Bencana : Kasat Lantas Lakukan JUBAH kepada Warga yang Terdampak Musibah | Keren, Mobil AWC Disulap Jadi Mobil Penyemprotan Disinfektan untuk Memutus Penyebaran Covid19 | Dua Santri Asal Kota Mojokerto siap Jadi Role Model MTQ Kapolda CUP |
  1. Home
  2. Regional
  3. Berpolitik Selayaknya Tanpa Kebencian..

Berpolitik Selayaknya Tanpa Kebencian

25 June 2018 (04:30) Regional

img

Istilah "politik kebencian" sesungguhnya adalah dua kata yang saling kontradiktif. Karena "politik" tentu saja memiliki konotasi "seni mempengaruhi atau mengajak" sehingga orang lain terpengaruh dan mau ikut dengan ajakan kita. 

Mengajak dalam konteks politik tentu saja dengan memberikan keyakinan atas banyak hal yang baik dan positif kepada pihak lain, hampir tak mungkin ada di dalamnya unsur-unsur yang terkait keburukan, karena orang berpolitik pasti akan menunjukkan banyak hal baik agar orang percaya untuk mengikutinya. 

Sedangkan "kebencian" sebagaimana disebut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah "perasaan benci" atau "sifat-sifat benci" yang dimiliki seseorang atau kelompok yang tentu saja tujuannya "menolak" bukan "mengajak". Namun demikian, "mengajak dengan didahului oleh kebencian" tampaknya kian marak belakangan, dengan tentu saja memiliki tujuan-tujuan politis.

Yang paling menyedihkan, politik kebencian lekat dengan nuansa keberagamaan yang tidak "wajar", dimana agama bukan dipahami menjadi sebuah entitas perekat sosial dengan nuansa kedamaian  didalamnya, namun dijadikan "pemicu" bagi dorongan kebencian pada pihak atau kelompok lain.

Ya, dalam khazanah Islam, seseorang atau sekelompok orang yang menjalankan sikap keberagamaan secara tidak wajar, sama dengan "ghuluw" (bersikap berlebihan yang melampaui batas). Kata "ghuluw" yang berasal dari akar kata bahasa Arab "ghalaa", kemudian diadopsi kedalam istilah bahasa Indonesia menjadi "gila" (sikap yang menunjukkan ketidakwarasan berpikir, atau akal sehatnya terganggu). "Kegilaan agama" barangkali akar pemicu dalam dimensi perputaran poros politik kebencian.

#IndonesiaDamai
#IndonesiaTanpaUjaranKebencian
#IndonesiaTanpaHoaks

 


Facebook Twitter Google+ LinkedIn Pinterest

Komentar





Berita yang direkomendasi

  • img

    Kolaborasi Gerakan Literasi Melalui Pustaka Bebas Bea

    Mojokerto-Penggagas Gerakan Katakan dengan Buku (GKdb) John Lobo Selas..

  • img

    Buku untuk Tulang Bawang

    Tulang Bawang.Lampung-Taman baca Ceria (Cerdas dan Gembira) yang terle..

  • img

    Geliat Literasi dari Lekosoro

    Bajawa.Flores- Pegiat literasi sekaligus pengelola taman baca Ratu Dam..

  • img

    Tips Sukses Public Speaking Dari Divisi Humas Polri

    Jakarta - Komunikasi publik atau public speaking adalah..

Ucapan hpn


Paling Populer

  • #1
    Cegah Kepadatan Lalin \Bhabin Serangan Polresta Denpasar Laksanakan Pengaturan
  • #2
    Literasi Kemanusiaan Melalui Palang Merah Remaja
  • #3
    PERPANJANGAN SIM DAN PAJAK STNK BISA DILAKUKAN DI MALL PELAYANAN PUBLIK SRITANJUNG
  • #4
    Viral di Medsos, Bayi Terlahir Tanpa Anus Dibantu Biaya Perawatannya Oleh Polisi

Statistik Pengunjung

46jt

Total Kunjungan

27rb

Hari Ini Dikunjungi

0

Total Komentar

  • Berita terbaru
  • Komentar Terbaru
  • img

    Awas..! Hindari Praktek Calo Saat Membuat Laporan Kecelakaan Dan Santunan Jasa Raharja Kecelakaan.

    BhayangkaraNews, Tasikmalaya - Bagi masyarakat yang membutuhkan layana..

  • img

    Dede Yusuf Effendi: Pemerintah Terapkan WFH Hemat Miliaran, Kira-kira Apa Dampaknya..?

    Bhayangkaranews, Jakarta - Wacana kebijakan kerja dari rumah atau work..

  • img

    Bersama Wali Kota: Kapolres Tasikmalaya Kota, Laksanakan Ramp Check Kendaraan Umum Mudik Lebaran.

    BhayangkaraNews, Tasikmalaya -Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purw..

Bhayangkara TV

Redaksi

Info Layanan Public

imgimgimgimg

Copyright © 2016 - 2026 Bhayangkara News

Dikembangkan oleh Natusi

Fans Page :