• Login
  • |
  • Registrasi
  • Nasional
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Lalulintas
  • DikBud
  • Pariwisata
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Info Layanan Public
  • Literasi

BREAKING NEWS

Dalam Keadaan Telanjang Pelaku dan Pria Hidung Belang di Tangkap Tim Rajawali Polresta Mojokerto | Polisi Peduli Bencana : Kasat Lantas Lakukan JUBAH kepada Warga yang Terdampak Musibah | Keren, Mobil AWC Disulap Jadi Mobil Penyemprotan Disinfektan untuk Memutus Penyebaran Covid19 | Dua Santri Asal Kota Mojokerto siap Jadi Role Model MTQ Kapolda CUP |
  1. Home
  2. Regional
  3. Dua Ketua PCNU Kota dan Kabupaten Kediri Menj..

Dua Ketua PCNU Kota dan Kabupaten Kediri Menjadi Pembicara dalam FGD

Umam 01 August 2018 (02:44) Regional

img

Polresta Kediri - Focus Group Discussion oleh Satuan Binmas Polresta Kediri  dengan tema “Revitalisasi Peran Dari Kamtibmas Membangun Daya Cegah Dan Daya Tangkal Terhadap Paham Radikalisme “ digelar pada Selasa 31 Juli 2018. Kegiatan dipusatkan di Gedung  Rupatama Polresta Kediri.

 

 

 

Hadir dalam kegiatan ini antara lain Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi, S.IK, M.H,  Kasat Binmas KH M Makmun Ketua PCNU Kabupaten Kediri. KH Abu Bakar Abdul Jalil Ketua PCNU Kota Kediri.  Dai Kamtibmas Polresta Kediri. Dai Kamtibmas Polsek Jajaran Polresta Kediri, para takmir masjid perwakilan wilayah hukum Polresta Kediri. Para Takmir Masjid Perwakilan Wilayah Hukum Polres Kediri Kota

 

 

Kegiatan diawali dengan pembukaan, doa, sambutan ketua panitia pelaksana FGD. Sambutan Kapolresta Kediri  sekaligus pernyataan pembukaan FGD. Pemaparan Materi

KH Makmun Ketua PCNU  Kabupaten Kediri Dengan Judul Membangun Wawasan Kebangsaan Guna Mencegah Paham Radikalisme.

 

KH Abu Bakar Abdul Djalil Ketua PCNU Kota Kediri Dengan Judul Peranan Dai Kamtibmas Dan Takmir Masjid Dalam Mencegah Berkembangnya Radikalisme Di Masyarakat

 

 

Dalam sambutannya Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi menjelaskan , pelaksanaan kegiatan focus group discussion merupakan implementasi program Kapolri, Promoter khususnya program ke-8 yaitu membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap kamtibmas yang pada saat ini dilaksanakan dengan sasaran para dai kamtibmas dan takmir masjid wilayah hukum Polresta Kediri.

 

 

“Bahwa perkembangan radikalisme di Indonesia khususnya Jawa Timur sudah mengalami perubahan modus operandi yang cukup pesat pelaksanaan bai’at tidak harus ketemu langsung  tetapi cukup melalui media sosial. Pelaksanaan pembunuh diri tidak lagi perorangan tetapi mengajak keluarga istri dan anak turut diajak melakukan bom bunuh diri,” kata AKBP Anthon Haryadi.

 

 

Ditambahkan, paham radikalisme dapat muncul di mana saja termasuk di wilayah hukum Polresta Kediri.   Penyebaran paham radikalisme tidak  hanya ditangani oleh kepolisian saja tetapi harus melibatkan seluruh elemen masyarakat salah satunya adalah dai kamtibmas dan pernyataan normatif yang merupakan kepanjangan tangan dan mitra kepolisian dalam membina kesadaran masyarakat terhadap kamtibmas.

 

 

Masyarakat di wilayah hukum Polresta Kediri  yang sebagian besar adalah umat muslim akan lebih percaya apabila penyampaian deradikalisasi atau pencegahan berkembangnya paham radikalisme oleh para dai kamtibmas ataupun takmir masjid.

 

Hal ini  karena dinilai memiliki pengetahuan yang lebih di bidang keagamaan dibandingkan aparat kepolisian. Ke depan Polresta Kediri  akan melaksanakan sinergitas dengan pemerintah daerah dan Kemenag serta melibatkan dai kamtibmas dalam upaya pencegahan berkembangnya paham radikalisme di wilayah hukum Polresta Kediri.

Sementara itu pointer penyampaian materi narasumber KH M Makmun Ketua PCNU Kabupaten Kediri yakni sebagai umat islam kita harus memahami sejarah perjuangan kemerdekaan negara Republik Indonesia, khususnya yang dilakukan oleh para tokoh-tokoh Islam pada masa sebelum kemerdekaan maupun masa pergerakan setelah kemerdekaan.

 

 

“Para pendiri Bangsa Indonesia yang sebagian besar adalah tokoh Islam telah meletakkan dasar persatuan dan kesatuan bangsa indonesia lebih utama dibandingkan dengan mengedepankan masalah keyakinan atau agama, para pendiri bangsa telah memilih negara kesatuan republik indonesia bukan negara yang berdasarkan agama,” kata Gus Makmun panggilan akrab KH M Makmun

 

Menurutnya, sejarah ini harus sering kita lakukan dan kita sampaikan kepada seluruh masyarakat khususnya para generasi muda agar mengerti dan memahami sejarah bangsa serta memiliki rasa kecintaan terhadap tanah air, agar para generasi muda memiliki wawasan kebangsaan serta tidak bersikap sempit terutama untuk mencegah generasi muda yang memiliki tujuan mendirikan negara Islam

 

 

“Pendidikan agama harus dilakukan mulai dari dasar anak usia dini sehingga pemohon agama tidak hanya sepotong-sepotong apalagi dengan perkembangan zaman saat ini khususnya munculnya gawai/ tablet melalui media sosial yang hal ini sangat berbahaya bila dipahami oleh anak-anak yang tidak memiliki dasar agama yang kuat

 

“Banyak terjadi penyebaran potongan ayat ayat maupun hadis hadis yang tidak dikutip secara lengkap yang disebarkan di media sosial sehingga dapat menimbulkan persepsi dan pemikiran yang salah terhadap para pembacanya terutama yang menjadi sasaran adalah para generasi muda,” tambahnya.

 

Para dai kamtibmas dan takmir masjid tidak hanya berpangku tangan dan menunggu untuk diajak pihak kepolisian melaksanakan kegiatan pencegahan tetapi harus menjemput bola atau kreatif  sehingga anak-anak kita atau para generasi muda kita tidak mudah dimasuki paham paham radikalisme.

 

 

“Para dai kamtibmas diharapkan segera melaksanakan gerakan  di lapangan karena telah memiliki bekal yang cukup banyak di bidang termasuk agama maupun wawasan kebangsaan dari berbagai pelatihan kegiatan yang dilaksanakan bersama dengan kepolisian sehingga sudah cukup untuk menangani berkembangnya paham radikalisme di desa-desa maupun kelurahan-kelurahan,”pungkasnya.

 

 

 

Terakhir materi penyampaian narasumber KH  Abu Bakar Abdul Djalil Ketua PCNU  Kota Kediri

“Para dai kamtibmas sebagai kepanjangan tangan dari kepolisian agar segera melaksanakan perannya di lapangan terutama dalam mencegah berkembangnya paham radikalisme. Melalui kegiatan kegiatan pengajian maupun pertemuan yang dilaksanakan oleh para pemuda islam atau remaja masjid,” tandasnya.

 

 

Menurut Gus Ab panggilan akrab Ketua PCNU Kota ini, bekal pengetahuan yang selama ini telah dimiliki agar segera diimplementasikan di lapangan.

 

“Saya yakin para dai kamtibmas setelah mampu dan terampil memberikan pemahaman tentang bahaya radikalisme kepada masyarakat di desa maupun kelurahan masing-masing. Kita menyadari bahwa aparat kepolisian sangat terbatas jumlahnya sehingga keberadaan dai kamtibmas sangat dibutuhkan khususnya dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan dan memberikan wawasan kepada masyarakat di desa maupun kelurahan masing-masing terutama kepada para generasi muda,” pintannya.

 

 

Melakukan kegiatan diskusi maupun seminar pada kelompok-kelompok kecil sampai dengan tingkat desa atau kelurahan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat yang ada terutama perangkat desa dan bhabinkamtibmas dengan sasaran para generasi muda.

 

 

“Kita dituntut  pro aktif dan jemput bola dengan kegiatan bersama bhabinkamtibmas maupun kepala desa atau kepala kelurahan keliling warganya khususnya kepada warga masyarakat yang dinilai ada indikasi terpapar paham radikalism. Segera berikan pemahaman yang benar sebagai bentuk pelaksanaan kegiatan deradikalisasi,” pungkasnya. (res|aro)

 

 


Facebook Twitter Google+ LinkedIn Pinterest

Komentar





Berita yang direkomendasi

  • img

    Kolaborasi Gerakan Literasi Melalui Pustaka Bebas Bea

    Mojokerto-Penggagas Gerakan Katakan dengan Buku (GKdb) John Lobo Selas..

  • img

    Buku untuk Tulang Bawang

    Tulang Bawang.Lampung-Taman baca Ceria (Cerdas dan Gembira) yang terle..

  • img

    Geliat Literasi dari Lekosoro

    Bajawa.Flores- Pegiat literasi sekaligus pengelola taman baca Ratu Dam..

  • img

    Tips Sukses Public Speaking Dari Divisi Humas Polri

    Jakarta - Komunikasi publik atau public speaking adalah..

Ucapan hpn


Paling Populer

  • #1
    Cegah Kepadatan Lalin \Bhabin Serangan Polresta Denpasar Laksanakan Pengaturan
  • #2
    Literasi Kemanusiaan Melalui Palang Merah Remaja
  • #3
    PERPANJANGAN SIM DAN PAJAK STNK BISA DILAKUKAN DI MALL PELAYANAN PUBLIK SRITANJUNG
  • #4
    Viral di Medsos, Bayi Terlahir Tanpa Anus Dibantu Biaya Perawatannya Oleh Polisi

Statistik Pengunjung

46jt

Total Kunjungan

71rb

Hari Ini Dikunjungi

0

Total Komentar

  • Berita terbaru
  • Komentar Terbaru
  • img

    Awas..! Hindari Praktek Calo Saat Membuat Laporan Kecelakaan Dan Santunan Jasa Raharja Kecelakaan.

    BhayangkaraNews, Tasikmalaya - Bagi masyarakat yang membutuhkan layana..

  • img

    Dede Yusuf Effendi: Pemerintah Terapkan WFH Hemat Miliaran, Kira-kira Apa Dampaknya..?

    Bhayangkaranews, Jakarta - Wacana kebijakan kerja dari rumah atau work..

  • img

    Bersama Wali Kota: Kapolres Tasikmalaya Kota, Laksanakan Ramp Check Kendaraan Umum Mudik Lebaran.

    BhayangkaraNews, Tasikmalaya -Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purw..

Bhayangkara TV

Redaksi

Info Layanan Public

imgimgimgimg

Copyright © 2016 - 2026 Bhayangkara News

Dikembangkan oleh Natusi

Fans Page :