Berperilaku Tidak Etis Di Sosmed, Ortu dan Guru Siswa Ini Di Panggil Kapolres Gowa
Polres Gowa – Akibat dari perbuatannya yang dinilai tidak pantas sehingga menjadi viral di beberapa situs jejaring sosial media, RMD alias Rama (18) siswa SMA Negeri 4 Tinggimoncong, Gowa, Sulawesi Selatan, ditanggapi oleh Kapolres Gowa, AKBP Shinto BG Silitonga.
Kepada Bhayangkara News, mantan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya ini mengatakan, sebagaimana yang telah diketahui oleh khalayak ramai, dalam sebuah rekaman video yang di unggah di sosial media, tampak Rama sedang mengucapkan Sumpah Pemuda.
Namun yang menjadikan gerah adalah sikapnya yang pada saat mengucapkan Sumpah Pemuda, Rama sembari mengacungkan jari tengah. Akibatnya, netizen pun di buat marah, dan video yang di unggah itupun menuai banyak komentar.
"Kami langsung mendatangi rumah siswa siswi yang ada di dalam rekaman itu, dan melakukan pemeriksaan terhadap mereka dengan pendampingan dari kedua orang tuanya," kata Shinto Silitonga, Sabtu, (03/08).
Rama sendiri dihadapan penyidik PPA Sat Reskrim Polres Gowe mengaku, bahwa dirinya mendapat tugas dari seorang guru untuk berlatih mengucapkan Sumpah Pemuda secara sungguh-sungguh. Saat sudah mulai berlatih, konsentrasi Rama terganggu dengan hadirnya 2 siswi yang mengajaknya bercanda.
"Refleks ketika direkam, sambil mengucapkan Sumpah Pemuda, tangan Rama melakukan aksi yang tidak etis, apalagi diikuti dengan nada tertawa dari Rama dan siswa lainnya. Tentu saja hal ini mengundang kemarahan dan ketidaksenangan netizen terhadap siswa-siswi tersebut terutama terhadap Rama," jelas Shinto Silitonga.
Usai dilakukan pemeriksaan oleh Unit PPA Satreskrim Polres Gowa terhadap Rama, Shinto Silitonga mengungkapkan, sebagai tindak lanjut, pihaknya memanggil kedua orang tua Rama dan Kepala Sekolah untuk berdiskusi diruangannya.
Dihadapan Kapolres Gowa, Rama dan orang tuanya pun kian tak berkutik, dan bahkan menangis meminta diberikan kesempatan untuk menyampaikan permintaan maaf dan penyesalan kepada publik atas perbuatannya yang tidak etis sehingga menjadi viral di media sosial.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Tinggimoncong, Zulkifli, juga meminta maaf kepada publik dan bertekad untuk lebih aktif mengawasi perilaku siswa-siswinya serta meminta kesempatan untuk melakukan pembinaan terhadap Rama.
"Saya apresiasi terhadap kecepatan reaksi Polres Gowa dan Polsek Tinggimoncong sehingga masalah ini tidak menyebar luas dan cepat tertangani," kata Zulkifli kepada media.
Atas kejadian ini, Kapolres Gowa AKBP Shinto BG Silitonga berpesan, agar peran aktif orang tua, guru dan Polsek lebih ditingkatkan. Mengingatkan agar tidak pernah lelah mengingatkan siswa-siswinya untuk cerdas dan bijak bermedia sosial, menghindari hate speech, hoax dan perilaku tidak etis lainnya.
"Kita terus memberi sosialisasi agar generasi muda kita bisa santun dan cerdas dalam bermedsos," pungkas Shinto Silitonga.(asb)
Sumber : Humas Polres Gowa.
Editor : Saiful.
Berita yang direkomendasi
-
Kolaborasi Gerakan Literasi Melalui Pustaka Bebas Bea
Mojokerto-Penggagas Gerakan Katakan dengan Buku (GKdb) John Lobo Selas..
-
Buku untuk Tulang Bawang
Tulang Bawang.Lampung-Taman baca Ceria (Cerdas dan Gembira) yang terle..
-
Geliat Literasi dari Lekosoro
Bajawa.Flores- Pegiat literasi sekaligus pengelola taman baca Ratu Dam..
-
Tips Sukses Public Speaking Dari Divisi Humas Polri
Jakarta - Komunikasi publik atau public speaking adalah..



