Bhabinkamtibmas Sendang Hadiri Imunisasi Difteri Anak oleh Puskesmas Tiron
Polresta Kediri - Bhabinkamtibmas Desa Sendang, Polsek Banyakan, Polresta Kediri, Brigadir Suyanto, pada hari selasa 14 agustus 2018 sambang Mi Manbaul Afkar Desa Sendang. Kunjungan ini dalam kegiatan bersama tim kesehatan UPTD Puskesmas Tiron pemberian imunisasi difteri program ORI.
Ada sejumlah balita dan anak yang mendapatkan layanan imunisasi ini. Tim medis dari puskesmas memeriksa kondisi kesehatan setiap anak, kemudian memberikan imunisasi. Sementara BKTM Desa Sendang ikut membantu petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan.
“Kami ingatkan kepada seluruh orang tua d Desa Sendang yang anaknya belum mendapatkan imunisasi difteri, supaya segera menghubungi pihak puskesmas, agar balita dana naknya segera mendapatkan imunisasi ini,” kata Kasie Humas Polsek Semen, Polresta Kediri, Aiptu Giyat.
Orangtua tak perlu ragu atau khawatir bila anaknya mendapat imunisasi ulang secara massal di wilayah yang terdapat kasus difteri atau ORI (Outbreak Response Immunization). Dengan mendapatkan imunisasi ulang difteri, antibodi anak meningkat, risiko terkena penyakit yang bisa mematikan ini pun menurun.
Pada lingkungan yang terdapat kasus difteri, kuman Corynebacterium diptheriae ada banyak sekali. Dalam keadaan seperti itulah antibodi anak perlu ditingkatkan caranya dengan imunisasi ulang.
Pemberian imunisasi ulang ini dilakukan kepada semua anak di wilayah tersebut. Termasuk yang sudah mendapatkan vaksin DPT lengkap.
Pelaksanaan ORI di wilayah KLB diperlukan segera karena penyakit difteri itu sangat menular. Penularan bakteri ini melalui percikan ludah saat bersih atau batuk. Selain itu, penyakit ini pun bisa berakibat fatal yakni kematian.
Orangtua pun tak perlu khawatir akan efek samping dari imunisasi ulang vaksin DPT ini. Efek samping yang kemungkinan terjadi adalah demam tidak tinggi yang bakal hilang dalam satu-dua hari. Bila memang anak demam, kata Sri, bisa diberikan parasetamol.
Kemungkinan efek samping lainnya adalah sedikit bengkak atau merah di bekas suntikan. "Namun itu tidak seberapa ya dibanding dengan penyakit difteri yang mematikan," tutur wanita yang juga bekerja di Departemen Ilmu Kesehatan Anak. (res|an)
Berita yang direkomendasi
-
Kolaborasi Gerakan Literasi Melalui Pustaka Bebas Bea
Mojokerto-Penggagas Gerakan Katakan dengan Buku (GKdb) John Lobo Selas..
-
Buku untuk Tulang Bawang
Tulang Bawang.Lampung-Taman baca Ceria (Cerdas dan Gembira) yang terle..
-
Geliat Literasi dari Lekosoro
Bajawa.Flores- Pegiat literasi sekaligus pengelola taman baca Ratu Dam..
-
Tips Sukses Public Speaking Dari Divisi Humas Polri
Jakarta - Komunikasi publik atau public speaking adalah..



