• Login
  • |
  • Registrasi
  • Nasional
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Lalulintas
  • DikBud
  • Pariwisata
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Info Layanan Public
  • Literasi

BREAKING NEWS

Dalam Keadaan Telanjang Pelaku dan Pria Hidung Belang di Tangkap Tim Rajawali Polresta Mojokerto | Polisi Peduli Bencana : Kasat Lantas Lakukan JUBAH kepada Warga yang Terdampak Musibah | Keren, Mobil AWC Disulap Jadi Mobil Penyemprotan Disinfektan untuk Memutus Penyebaran Covid19 | Dua Santri Asal Kota Mojokerto siap Jadi Role Model MTQ Kapolda CUP |
  1. Home
  2. Regional
  3. Menghindari Radikalisme Kelas Menengah..

Menghindari Radikalisme Kelas Menengah

24 August 2018 (10:51) Regional

img

Dari rangkaian kekerasan yang terjadi, bom bunuh diri yang melibatkan anak-anak dan remaja sangat memprihatinkan kita. Dari alur ini terlihat bagaimana ideologi kekerasan mendorong aksi bom, hingga mensugesti keluarga dan anak-anaknya. 

Bahkan, jika dilihat dari akar keluarganya, pelaku aksi bom bunuh diri di Surabaya berasal dari keluarga kelas menengah, terdidik, dan memiliki akses ekonomi memadai. 

Radikalisme telah merasuk di kalangan kelas menengah yang memiliki akses sumber daya, dan dari kelompok terdidik. Survei Alvara Research Center dan Mata Air Foundation pada 2017 lalu membuktikan pendapat ini. 

Survei dilakukan terhadap 1.200 responden di 6 kota besar: Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, dan Makassar. Responden dari survei berasal dari kelompok PNS, profesional, dan kalangan BUMN. Survei diselenggarakan pada 10 September hingga Oktober 2017 melalui wawancara tatap muka.

Dari survei itu terlihat bahwa hubungan antara agama dan negara, terutama dalam konteks kepemimpinan. Sejumlah 29,7% responden tidak setuju pemimpin non-muslim: golongan PNS (31,3%), profesional swasta (25,9%), dan karyawan BUMN (25,9%). 

Isu pemimpin non-muslim masih sangat sensitif di kalangan profesional dan kelas menengah, yang menunjukkan bagaimana persepsi sekaligus pola interaksi antaragama di kalangan mereka. 

Menariknya, isu khilafah dan negara Islam menjadi konsentrasi penting dari kelompok profesional. Sebanyak 29,6% profesional menyatakan setuju dengan model ini. Namun, ketika dikerucutkan menjadi khilafah sebagai bentuk negara, hanya 16% kelompok profesional yang setuju. 

Di sisi lain, kelompok PNS yang setuju dengan ideologi Islam sebagai bentuk negara termasuk tinggi, yakni 19,4%. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan data profesional swasta (9,1%), dan kalangan pekerja BUMN (18,1%). 

#IndonesiaDamai

#LawanTeroris


Facebook Twitter Google+ LinkedIn Pinterest

Komentar





Berita yang direkomendasi

  • img

    Kolaborasi Gerakan Literasi Melalui Pustaka Bebas Bea

    Mojokerto-Penggagas Gerakan Katakan dengan Buku (GKdb) John Lobo Selas..

  • img

    Buku untuk Tulang Bawang

    Tulang Bawang.Lampung-Taman baca Ceria (Cerdas dan Gembira) yang terle..

  • img

    Geliat Literasi dari Lekosoro

    Bajawa.Flores- Pegiat literasi sekaligus pengelola taman baca Ratu Dam..

  • img

    Tips Sukses Public Speaking Dari Divisi Humas Polri

    Jakarta - Komunikasi publik atau public speaking adalah..

Ucapan hpn


Paling Populer

  • #1
    Cegah Kepadatan Lalin \Bhabin Serangan Polresta Denpasar Laksanakan Pengaturan
  • #2
    Literasi Kemanusiaan Melalui Palang Merah Remaja
  • #3
    PERPANJANGAN SIM DAN PAJAK STNK BISA DILAKUKAN DI MALL PELAYANAN PUBLIK SRITANJUNG
  • #4
    Viral di Medsos, Bayi Terlahir Tanpa Anus Dibantu Biaya Perawatannya Oleh Polisi

Statistik Pengunjung

46jt

Total Kunjungan

22rb

Hari Ini Dikunjungi

0

Total Komentar

  • Berita terbaru
  • Komentar Terbaru
  • img

    Awas..! Hindari Praktek Calo Saat Membuat Laporan Kecelakaan Dan Santunan Jasa Raharja Kecelakaan.

    BhayangkaraNews, Tasikmalaya - Bagi masyarakat yang membutuhkan layana..

  • img

    Dede Yusuf Effendi: Pemerintah Terapkan WFH Hemat Miliaran, Kira-kira Apa Dampaknya..?

    Bhayangkaranews, Jakarta - Wacana kebijakan kerja dari rumah atau work..

  • img

    Bersama Wali Kota: Kapolres Tasikmalaya Kota, Laksanakan Ramp Check Kendaraan Umum Mudik Lebaran.

    BhayangkaraNews, Tasikmalaya -Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purw..

Bhayangkara TV

Redaksi

Info Layanan Public

imgimgimgimg

Copyright © 2016 - 2026 Bhayangkara News

Dikembangkan oleh Natusi

Fans Page :