Bhabinkamtibmas Pakelan Amankan Sembahyang Ulamana di Klenteng
Polresta Kediri - Penganut agama Buddha di Kelurahan Pakelan, Kecamatan Kota Kediri mengadakan kegiatan, pada Minggu 2 September 2018. Ialah Sembahyang Ulambana.
Sembahyang Ulambana merupakan sembahyang untuk melimpahkan jasa atau kebaikan pada para leluhur yang telah meninggal dunia
Sembahyang Ulambana ini berawal dari sebuah kisah yang terjadi pada zaman Sang Buddha. Pada saat itu Buddha memiliki seorang murid bernama Mogalana.
Dengan kesucian, kesaktian, dan kekuatannya, ia mencoba menolong ibunya yang berada pada alam yang menderita atau alam Niraya. Melihat hal itu, ia kemudian ingin mempersembahkan makanan pada ibunya, akan tetapi tidak pernah berhasil, dan bahkan makanan tersebut berubah menjadi bara api.
Demi menolong sang ibu, dia menyampaikan keinginan itu pada sang Buddha. Setelah mendengarkan keinginan Mogalana, Buddha menyarankan kepada Mogalana untuk mengundang para bhikku untuk berdoa bersama" dan memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada mereka.
Selanjutnya kebajikan itu dilimpahkannya kepada sang ibu.Akhirnya berkat kebajikan yang dilakukan Mogalana, sang ibu bisa terbebas dalam alam penderitaannya.
Tak berbeda dengan sembahyang yang digelar umat Buddha umumnya, sembahyang ulambana juga dilengkapi berbagai persembahan, di antaranya buah-buahan, makanan, minuman, bunga, begitupun beberapa perlengkapan sembahyang lain seperti kertas sembahyang dan hio (garu).
Semua barang-barang yang dipersembahkan dalam ritual sembahyang memiliki makna atau simbol tersendiri. Berdasarkan tradisi dalam memberi persembahan harus disediakan buah-buahan yang bagus.
Yang berarti, buah-buahan yang bagus pasti berasal dari pohon yang bagus pula atau terawat dengan baik. Ini memberikan simbol tentang kebijakan bahwa sesuatu yang baik juga akan menghasilkan yang baik pula.
Begitu pun bunga yang dipersembahkan pada ritual itu. Patut diingat, walaupun bunga telah layu, namun bunga tetap akan menyebarkan wangi yang semerbak. Sama halnya dengan air, juga memberikan arti tentang kebijakan. Air selalu mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Pakelan, Polsek Kota, Polresta Kediri, Bripka Soekamto dan para anggota lainnya menghadiri kegiatan yang berlangsung di Klenteng ini. Selain Sembahyang Ulambana, juga digelar pembagian sembako kepada masyarakat. (res/an).
Berita yang direkomendasi
-
Kolaborasi Gerakan Literasi Melalui Pustaka Bebas Bea
Mojokerto-Penggagas Gerakan Katakan dengan Buku (GKdb) John Lobo Selas..
-
Buku untuk Tulang Bawang
Tulang Bawang.Lampung-Taman baca Ceria (Cerdas dan Gembira) yang terle..
-
Geliat Literasi dari Lekosoro
Bajawa.Flores- Pegiat literasi sekaligus pengelola taman baca Ratu Dam..
-
Tips Sukses Public Speaking Dari Divisi Humas Polri
Jakarta - Komunikasi publik atau public speaking adalah..



