Ratusan Ojek Online Unjuk Rasa , Karena Merasa Direndahkan
Polresta Kediri - Pernyataan yang dilayangkan calon presiden nomor urut dua, Prabowo Subianto, Rabu (21/11/2018) tentang sumber daya manusia (SDM) Indonesia kurang dapat bersaing dengan negara lainnya, khususnya profesi tukang ojek online, memicu ojek online di Kota Kediri.
Sedikitnya 100 pengemudi ojek online mereaksi pidato Capres Prabowo yang disampaikan pada pidatonya saat menghadiri acara Indonesia Economic Forum di Shangri-La Hotel, Jakarta, Rabu (21/11/2018)
Unjuk rasa dilaksanakan oleh Comunitas GoJek On Line Kediri Raya di Bundaran Sekartaji Kota Kediri dan kantor Bawaslu Kota Kediri, pada hari Sabtu 24 Nopember 2018, mulai pukul 09.00 - 10.30 WIB.
“Aksi digelar mulai pukul 09.00 WIB, massa GoJek Online Kediri Raya berkumpul di Bundaran Sekartaji Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Jumlah massa sekitar 100 orang dengan menggunakan kendaraan roda dua kurang lebih 100 Unit. Kegiatan ini dalam pengawalan dan pengamanan dari Sat Sabhara dan Sat Lantas Polresta Kediri,” kata AKP Kamsudi, Kasubag Humas Polresta Kediri.
Aksi dilakukan dengan membawa alat peraga yang dibawa berupa poster yang bertuliskan “Ojek Online Mengurangi Pengangguran” – “Kami Mencari Uang Halal” – “Jangan Hina Kami” – “Kami Ojek Online Tidak Mencuri Uang Rakyat” –“Tukang Ojek Online Pekerja Mulia” – “Apa Salah kami sebagai Tukang Ojek” – “Kami Kecewa” – “Kami Menuntut Agar Saudara Prabowo Minta Maaf” dan “Dengan Profesi kami Jadi Tukang Ojek, Jangan Hina Kami”
Muslih, korlap aksi menyampaikan aksi ini menyikapi pernyataan Prabowo Subianto yang menyudutkan profesi tukang ojek online.
“Kami meminta untuk Prabowo meminta maaf melalui semua media cetak maupun elektronik. Kami dari GoJek Online tidak ikut dalam ranah politik murni. Kami tersinggung karena pernyataan Prabowo yang merendahkan profesi GoJek Online,” kata Muslih dalam orasinnya.
Pukul 09.40 WIB, massa GoJek Online Kediri Raya meninggalkan Bundaran Sekartaji Kota Kediri menuju Kantor Bawaslu Kota Kediri di Jl. J.A. Suprapto No. 32 Kediri. Di kantor Bawaslu kembali dilakukan orasi yang disampaikan Muslih.
“Karena hari Sabtu Bawaslu Kota kediri Libur, selanjutnya selesai Orasi masa GoJek Online langsung kembali ke Bundaran Sekartaji Kota Kediri dan membubarkan diri,” pungkas AKP Kamsudi. (res|aro)
Tribratanews Polresta Kediri - Pernyataan yang dilayangkan calon presiden nomor urut dua, Prabowo Subianto, Rabu (21/11/2018) tentang sumber daya manusia (SDM) Indonesia kurang dapat bersaing dengan negara lainnya, khususnya profesi tukang ojek online, memicu ojek online di Kota Kediri.
Sedikitnya 100 pengemudi ojek online mereaksi pidato Capres Prabowo yang disampaikan pada pidatonya saat menghadiri acara Indonesia Economic Forum di Shangri-La Hotel, Jakarta, Rabu (21/11/2018)
Unjuk rasa dilaksanakan oleh Comunitas GoJek On Line Kediri Raya di Bundaran Sekartaji Kota Kediri dan kantor Bawaslu Kota Kediri, pada hari Sabtu 24 Nopember 2018, mulai pukul 09.00 - 10.30 WIB.
“Aksi digelar mulai pukul 09.00 WIB, massa GoJek Online Kediri Raya berkumpul di Bundaran Sekartaji Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Jumlah massa sekitar 100 orang dengan menggunakan kendaraan roda dua kurang lebih 100 Unit. Kegiatan ini dalam pengawalan dan pengamanan dari Sat Sabhara dan Sat Lantas Polresta Kediri,” kata AKP Kamsudi, Kasubag Humas Polresta Kediri.
Aksi dilakukan dengan membawa alat peraga yang dibawa berupa poster yang bertuliskan “Ojek Online Mengurangi Pengangguran” – “Kami Mencari Uang Halal” – “Jangan Hina Kami” – “Kami Ojek Online Tidak Mencuri Uang Rakyat” –“Tukang Ojek Online Pekerja Mulia” – “Apa Salah kami sebagai Tukang Ojek” – “Kami Kecewa” – “Kami Menuntut Agar Saudara Prabowo Minta Maaf” dan “Dengan Profesi kami Jadi Tukang Ojek, Jangan Hina Kami”
Muslih, korlap aksi menyampaikan aksi ini menyikapi pernyataan Prabowo Subianto yang menyudutkan profesi tukang ojek online.
“Kami meminta untuk Prabowo meminta maaf melalui semua media cetak maupun elektronik. Kami dari GoJek Online tidak ikut dalam ranah politik murni. Kami tersinggung karena pernyataan Prabowo yang merendahkan profesi GoJek Online,” kata Muslih dalam orasinnya.
Pukul 09.40 WIB, massa GoJek Online Kediri Raya meninggalkan Bundaran Sekartaji Kota Kediri menuju Kantor Bawaslu Kota Kediri di Jl. J.A. Suprapto No. 32 Kediri. Di kantor Bawaslu kembali dilakukan orasi yang disampaikan Muslih.
“Karena hari Sabtu Bawaslu Kota kediri Libur, selanjutnya selesai Orasi masa GoJek Online langsung kembali ke Bundaran Sekartaji Kota Kediri dan membubarkan diri,” pungkas AKP Kamsudi. (res|aro)
Berita yang direkomendasi
-
Kolaborasi Gerakan Literasi Melalui Pustaka Bebas Bea
Mojokerto-Penggagas Gerakan Katakan dengan Buku (GKdb) John Lobo Selas..
-
Buku untuk Tulang Bawang
Tulang Bawang.Lampung-Taman baca Ceria (Cerdas dan Gembira) yang terle..
-
Geliat Literasi dari Lekosoro
Bajawa.Flores- Pegiat literasi sekaligus pengelola taman baca Ratu Dam..
-
Tips Sukses Public Speaking Dari Divisi Humas Polri
Jakarta - Komunikasi publik atau public speaking adalah..



