Hendak Dibangunkan Salat Subuh, Warga Banaran Gantung Diri
Polresta Kediri – Masyarakat di Jl. Banaran Gg Baru Barat RT 20 RW 07 Kelurahan Banaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri digegerkan dengan adanya aksi bunuh diri yang dilakukan oleh salah seorang warganya. Pelaku teridentifikasi bernama Seger Mahfud (69).
Awalnya, sekira pukul 04.00 WIB anak pelaku Siti Hamidatul Isiliya (35) bangun tidur. Dia langsung bergeges menuju ke kamar ayahnya. Siti bermaksud membangunkan sang ayah untuk menunaikan ibadah salat subuh.
Tetapi saat siti masuk ke kamar ayahnya, ternyata Seger sudah tidak ada. Siti kemudian memanggil-manggil namanya. Tetapi tidak ada jawaban. Siti kemudian mencari pelaku ke dapur. Alangkah terkejutnya, dia melihat orang tuanya sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Seger mati secara tidak wajar. Dia kendat alias gantung diri di dapur. Lehernya terikat seutas tali tampar yang dikaitkan pada blandar kayu. Lidahnya menjulur keluar tanda orang mati karena bunuh diri. Sontak, Sitipun menjerit. Ia menangis sejadi-jadinya.
Teriakan Siti membuat para tetangga terbangun. Mereka berdatangan ke rumah pelaku. Akhirnya kejadian tersebut dilaporkan ke Ketua RT, dan diteruskan ke Polsek Pesantren. Sementara petugas dari kepolisian yang menerima laporan, kemudian melakukan olah TKP.
“Menurut keterangan saksi (anak pelaku ) pelaku mengalami sakit depresi. Dia merasa ketakutan dalam kurun waktu yang sudah lama. Pelaku merasa kurang mendapat perhatian dari keluarga,” kata Kasie Humas Polsek Pesantren, Polresta Kediri, Aiptu Sartono.
Polsek Pesantren yang menangani kasus ini berkoordinasi dengan Ident Polresta Kediri. Sesuai analisa dr ident, pelaku diduga meninggal dunia karena gantung diri dengan ciri-ciri, lidah menjulur, air mani keluar namun tidak mengeluarkan kotoran dr anusnya. Jenazah kemudian dibawa ke RS. Bhayangkara untuk dilakukan visum. Sementara seutas tali tampar warna biru dengan panjang 60 centi meter dalam keadaan sudah terputus. (res/an).
Berita yang direkomendasi
-
Kolaborasi Gerakan Literasi Melalui Pustaka Bebas Bea
Mojokerto-Penggagas Gerakan Katakan dengan Buku (GKdb) John Lobo Selas..
-
Buku untuk Tulang Bawang
Tulang Bawang.Lampung-Taman baca Ceria (Cerdas dan Gembira) yang terle..
-
Geliat Literasi dari Lekosoro
Bajawa.Flores- Pegiat literasi sekaligus pengelola taman baca Ratu Dam..
-
Tips Sukses Public Speaking Dari Divisi Humas Polri
Jakarta - Komunikasi publik atau public speaking adalah..



