Kapolresta Kediri Gelar Pertemuan Dengan Serikat Pekerja dan Dinkop UMTK Kota Kediri
Polresta Kediri Senin tanggal 29 April 2019 mulai pukul 15.30 - 16.15 WIB bertempat di Viva Hotel Jl. Letjend Suparman No. 86 Kota Kediri telah dilaksanakan giat pertemuan antara Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi, S.IK, M.H dengan Dinkop UMTK Kota Kediri dan Perwakilan Serikat Pekerja / Serikat Buruh di Kota Kediri menjelang Peringatan Mayday tahun 2019
Kehadiran Kapolres disambut langsung oleh Kepala Dinkop UMTK Kota Kediri Kristanto, Kabid HI UMTK Kota Kediri Dedi Haryadi. Kasat Intelkam Polresta Kediri AKP Ponidi, Ketua KSPSI Kota Kediri Imam Muhri. Ketua Sarbumusi Kota Kediri Suyadi. Ketua KBKI Kota Kediri Tukiran . Kanit A Sat Intelkam Polresta Kediri Ipda Umar Said dan Kanit F Sat Intelkam Polresta Kediri Ipda Karlan
Dalam sambutanya Ka Dinkop UMTK , Kristanto menyampaian bahwa pertemuan digelar dalam rangka koordinasi menjelang Hari Buruh.
“Kami berharap harap bapak Kapolres bisa memberikan masukan - masukan terkait peringatan Mayday agar situasi tetap kondusif. Kami berusaha seperti tahun lalu untuk menggelar berbagai acara namun karena kondisi anggaran Pemkot defisit jadi kami hanya menggelar tasyakuran,” kata Kristanto.
Ditambahkan, pemerintah Kota Kediri memang sudah membuat Perda Ketenagakerjaan bekerja sama dengan para akademisi, dewan pengupahan dan Serikat Pekerja dan saat ini sudah bergulir di tingkat Pemprov
Sambutan Kristanto langsung ditanggapi oleh Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi, S.IK, M.H
“Alhamdulillah yang saya tahu kondisi Kota Kediri selama ini menjelang Mayday kondusif . Kita berkumpul hari ini mengingat situasi saat ini yang baru saja coblosan pemilu namun masih dalam tahap penghitungan Saya tidak ingin ada kelompok / pihak yang ingin merusak nama serikat pekerja dengan aksi - aksi di saat moment Mayday ,” kata AKBP Anthon Haryadi
Masih menurut AKBP Anthon, diucapkan terima kasih kepada kepala Disnaker akan mengadakan tasyakuran dan silahkan jika ingin mengadakan acara lainnya namun sifatnya yang fun
“Yang saya tahu selama ini karakter masyarakat Kota Kediri yang ingin aman tidak mau diajak untuk melaksanakan hal - hal yang tidak bermanfaat. Kedepannya saya minta tolong agar sama - sama menjaga situasi Kota Kediri tetap kondusif . Momen saat ini pasca coblosan, kemudian tahap penghitungan, Mayday dan sebentar lagi memasuki bulan Ramadhan kita antisipasi ada - ada pihak yang ingin menunggangi moment tersebut ,”pungkasnya.
Sementara itu Ketua SPSI Imam Muhri dalam kegiatan ini mengusulkan selain tasyakuran SPSI mengusulkan ada acara semacam seminar untuk mengundang kedua belah pihak dari pekerja dan pengusaha terkait masalah hak dan kewajiban
“Karena selama ini masih banyak para pekerja masih belum tahu hak dan kewajibannya jadi kami berharap dengan adanya seminar tersebut dari pekerja bisa lebih paham,” kata Imam Muhri.
Kegiatan juga diisi dengan dengar pendapat dari masing-masing perwakilan serikat buruh. Intinya semua sepakat tdak melakukan aksi dan lebih mengutamakan dengar pendapat antara buruh dan pengusaha. (res|aro)
Berita yang direkomendasi
-
Kolaborasi Gerakan Literasi Melalui Pustaka Bebas Bea
Mojokerto-Penggagas Gerakan Katakan dengan Buku (GKdb) John Lobo Selas..
-
Buku untuk Tulang Bawang
Tulang Bawang.Lampung-Taman baca Ceria (Cerdas dan Gembira) yang terle..
-
Geliat Literasi dari Lekosoro
Bajawa.Flores- Pegiat literasi sekaligus pengelola taman baca Ratu Dam..
-
Tips Sukses Public Speaking Dari Divisi Humas Polri
Jakarta - Komunikasi publik atau public speaking adalah..



